|
Pedoman Distribusi Kapsul Minyak
Beryodium
Pengalaman dalam pelaksanaan distribusi kapsul minyak beryodium terus
berkembang. Perkembangan ini memberi dampak antara lain terhadap perubahan sasaran penerima kapsul minyak
beryodium. Hasil perkembangan terakhir menunjukkan bahwa dalam rangka intensifikasi penanggulangan
GAKY, kapsul minyak beryodium yang semula diberikan kepada semua kelompok
umur, sekarang cukup diberikan kepada wanita usia subur (WUS), ibu
hamil, ibu meneteki di daerah GAKY Endemik Berat dan Sedang (TGR>20%). Penajaman ini dilakukan dengan pertimbangan bahwa distribusi kapsul pada kelompok sasaran
WUS, ibu hamil dan ibu meneteki dapat mencegah timbulnya kretin baru.
Buku ini diharapkan menjadi petunjuk bagi para supervisor dan petugas lapangan dalam menata manajemen serta langkah-langkah pelaksanaan distribusi kapsul minyak
beryodium, baik yang menyangkut aspek teknis maupun administrative yang
meliputi:
- Menetapkan target dan sasaran distribusi kapsul minyak beryodium termasuk pencatatan dan
pelaporan.
- Menghitung kebutuhan dan pengadaan kapsul minyak
bertodium.
- Melaksanakan
penyuluhan, promosi, kampanye dan mobilisasi masyarakat untuk meningkatkan cakupan kapsul minyak beryodium serta kepatuhan
sasaran.
- Menentukan langkah-langkah tata laksana distribusi kapsul minyak beryodium sampai ke
sasaran.
- Melaksanakan pemantauan dan evaluasi hasil distribusi kapsul minyak
beryodium.
Buku ini merupakan penyempurnaan dari Buku Petunjuk Pemberian Kapsul Minyak Beryodium yang dicetak tahun 1997. Beberapa perubahan dilakukan berdasarkan pada kesepakatan Pertemuan Survei Nasional GAKY di Jakarta dan rekomendasi dari Pertemuan Konsultasi Manajemen GAKY Regional I s/d III pada bulan Desember 1999 sampai dengan Pebruari 2000.
Perubahan yang penting adalah sebagai berikut:
- Pada daerah GAKY Endemik Berat (>30%), selain
WUS, ibu hamil dan ibu meneteki, kapsul minyak beryodium juga diberikan kepada anak SD kelas 1-6.
- Peta GAKY yang dipergunakan untuk menetapkan target dan kelompok sasaran adalah peta terakhir yang dipublikasi oleh Direktorat Gizi
Masyarakat.
- Memasukan mekanisme manajemen obat untuk proses menghitung
kebutuhan.
- Memperbaiki formulir pencatatan dan pelaporan (SP2TP) untuk memantau dan evaluasi program.
Download Text Lengkap Disini
Jika anda
mengalami kesulitan mendapatkan informasi yang diinginkan
atau ingin memberikan saran, kritik dan lain sebagainya,
silahkan menghubungi kami melalui Forum
Diskusi.
Informasi Lain:
First Announcement International Conference - Kamis, 21 Agustus, 2008
Bahaya Mengintai dari Kemasan Botol Plastik - Kamis, 21 Agustus, 2008
ASI, Asupan Nutrisi Utama Bayi - Kamis, 7 Agustus, 2008
Kontrol Diabetes dengan 45 Menit Jalan Kaki - Selasa, 5 Agustus, 2008
Rahasia Bebas Penyakit Kardiovaskuler - Minggu, 3 Agustus, 2008
Tekanan Darah Stabil Berkat Sayur dan Buah - Minggu, 3 Agustus, 2008
|