|
Indonesian
Nutrition
Network (INN)
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 Kav. No. 4-9 Lt. 8, Jakarta 12950
Indonesia
Email: info@gizi.net
Copyright ©
2001 INN All rights reserved.
|
|
|
|
BOK Kemkes Dinilai Bagus
Jumat, 29 Januari, 2010 oleh: siswono
BOK Kemkes Dinilai Bagus
Gizi.net -
Program 100 hari bidang kesehatan hanya merupakan lanjutan dari program tahun 2009, tanpa landasan untuk program kesehatan lima tahun ke depan, bahkan masih berorientasi proyek, dan seremonial. Namun, ada satu program yang dinilai bagus dan pantas dilanjutkan, yaitu bantuan biaya operasional kesehatan (BOK) untuk 240.000 posyandu di 465 kabupaten/kota.
Mantan Ketua Umum Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Kartono Mohamad mengutarakan hal itu kepada SP, Kamis (21/1) di Jakarta terkait perkembangan program 100 hari bidang kesehatan dengan waktu 75 hari kerja (H-75). Menurut dia, program bantuan operasional kesehatan Menkes itu bagus, karena selama ini sebagian besar kader posyandu harus mengeluarkan biaya transportasi untuk dapat hadir di posyandu.
Tetapi, Kartono berharap, dalam 100 hari ada penyusunan landasan program di bidang kesehatan untuk dilaksanakan lima tahun ke depan. Misalnya, program yang akan dilakukan lima tahun ke depan untuk mempercepat penurunan angka kematian ibu (AKI) dan tujuan pembangunan milenium (MDGs) lainnya.
Malah, kata Kartono, upaya yang dilakukan cenderung administratif. Misalnya, pendataan ibu hamil di 60.000 desa dengan ibu hamil yang didata sebanyak 3,2 juta orang (terealiasi 98%).
"Apa tindak lanjut dari pendataan itu. Katanya, AKI tinggi, tetapi upaya hanya administrasi. Peluncuran kartu menuju sehat model baru yang membedakan laki-laki dan perempuan juga merupakan proyek. Penanggulangan penyakit menular, seperti pengobatan ARV, pembagian kelambu untuk mencegah malaria merupakan program rutin. Tidak ada yang baru," kata Kartono.
Empat Isu
Menteri Kesehatan Endang Rahayu Sedyaningsih dalam jumpa wartawan awal tahun ini memaparkan perkembangan program 100 hari kesehatan pada hari ke-75 (H-75). Ada empat isu utama yang menjadi landasan program 100 hari.
Pertama, peningkatan pembiayaan kesehatan untuk memberikan jaminan kesehatan masyarakat. Kedua, peningkatan kesehatan masyarakat untuk mempercepat pencapaian target tujuan pembangunan milenium (MDGs).
Ketiga, pengendalian penyakit dan penanggulangan masalah kesehatan akibat bencana. Keempat, peningkatan ketersediaan, pemerataan dan kualitas tenaga kesehatan terutama di daerah terpencil, tertinggal, perbatasan, dan kepulauan (DTPK).
Sementara, untuk memperkuat program di posyandu, dialokasikan biaya operasional kesehatan (BOK) untuk 240.000 posyandu di 465 kabupaten/kota. Program Menkes yang baru ini dimulai WHO sebagai sebuah kemajuan di bidang kesehatan.
Seperti dilaporkan Antara, pidato Menkes Endang Rahayu Sedyaningsih yang sedang mengikuti Sidang Executive Board WHO di Jenewa, disambut positif WHO dan peserta sidang yang akan berlangsung hingga Sabtu (23/1) ini. Sambutan positif itu terutama terhadap pencapaian terget Millennium Development Goals (MDGs) di bidang kesehatan disampaikan oleh Dirjen WHO DR Margaret Chan. [N-4]
Sumber: http://www.suarapembaruan.com
|
|
 |
|