|
Indonesian
Nutrition
Network (INN)
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 Kav. No. 4-9 Lt. 8, Jakarta 12950
Indonesia
Email: info@gizi.net
Copyright ©
2001 INN All rights reserved.
|
|
|
|
Masyarakat Tidak Sadari Ancaman Rematik Radang Sendi
Jumat, 21 November, 2003 oleh: gklinis
Masyarakat Tidak Sadari Ancaman Rematik Radang Sendi
Gizi.net -
Jakarta - Masyarakat pada umumnya kurang menyadari bahaya ancaman penyakit rematik radang sendi. Pada umumnya, mereka tidak menghiraukan gejala-gejala yang ada dan menunda melakukan konsultasi ke dokter lebih awal, kata para peneliti yang dikutip Antara dari Kantor Berita Inggris (Reuters). Bagi penderita rematik tampaknya pengobatan cepat sebagai keharusan untuk mencegah berkembangnya penyakit yang menyerang 2,5 juta warga Eropa, yang sekitar 75 persen di antaranya wanita dan kemungkinan dapat mengurangi harapan hidup mereka hampir sepuluh tahun. Hampir semua kerusakan yang terjadi pada tulang sendi dapat menyebabkan cacat serius yang terjadi dalam waktu dua tahun atas serangan penyakit tersebut. ”Jika Anda merasakan rasa sakit dan kaku, terutama pada pagi hari, dan jika sakit itu menyerang tulang-tulang sendi kecil di bagian kepala dan kaki dan keduanya membengkak, maka Anda harus segera ke dokter,” kata Prof. Ferdinand Breedveld, salah seorang ahli penyakit sendi. Separuh dari 2.800 orang dari lima negara yang ditanya dalam survei yang dilakukan ”European Public Opinion Survey” tidak berpikir bahwa penyakit rematik radang sendi dapat menganggu kemampuan mereka untuk bekerja. Bahkan, sekitar 55 persen dari jumlah tersebut tidak menyadari bahwa hal itu dapat mengurangi harapan hidup mereka, katanya. ”Pendidikan menjadi penting,” kata Breedveld yang mengajar di Universitas Leiden, Belanda. Ia mengatakan, banyak masyarakat yang kurang memahami penyakit rematik radang sendi tersebut, yakni penyakit ”autoimmune”, di mana tubuh menyerang jaringannya sendiri, dan yang menyebabkan tulang sendi rusak karena usia. Hanya 40 persen dari mereka yang terlibat dalam survei tersebut mengaku sakit, kaku dan bengkak, serta bentuk tulang sendi rusak sebagai gejala terserang penyakit rematik radang sendi itu. Sementara itu, separuh dari mereka mengatakan bahwa mereka tidak pergi ke dokter, sekalipun mereka merasakan gejala-gejala penyakit tersebut sudah berlangsung selama sebulan. Pengobatan lebih awal sangat penting, terutama bagi kaum wanita, karena penyakit tersebut dapat berkembang secara cepat pada kaum wanita, dan mereka termasuk memiliki risiko lebih besar seperti halnya penderita penyakit jantung, kata Breedveld. Penyebab penyakit tersebut masih belum diketahui, namun para peneliti menduga karena adanya kaitan genetik. (ads)
(http://www.sinarharapan.co.id) Copyright © Sinar Harapan 2003
|
|
 |
|