|
PISANG : MENGUKUR TINGKAT KEMATANGAN
Rabu, 5 November, 2003 oleh: gklinis
PISANG : MENGUKUR TINGKAT KEMATANGAN
Gizi.net -
Tingkat pematangan pisang dapat ditentukan secara visual. Caranya, perhatikan potongan yang melintang, khususnya sudut-sudut di pinggir irisan buah.
Bentuk sudut gepeng pada waktu masih muda, akan berubah menjadi gemuk bulat bila pisang sudah tua. Di perkebunan pisang yang sudah dibudidayakan secara intensif, pengukuran ketebalan (diameter) dilakukan dengan alat sejenis jangka pengukur yang disebut caliper grade.
Cara lain adalah dengan mencantumkan tanggal terjadinya pembuahan, hingga waktu pemanenan dapat ditentukan sesuai perhitungan. Pada umumnya, dalam menentukan waktu pemanenan secara akurat, dilakukan kombinasi dua cara. Standar kematangan buah berbeda pada tiap jenis pisang.
Pisang yang dibiarkan masak di pohon akan memiliki cita rasa (flavor). Pisang biasanya dipanen sewaktu masih hijau, tetapi sudah cukup tua. Agar dapat serentak matang dengan warna kuning seragam, cerah, dan indah, dilakukan proses pemeraman. Kematangan pisang berkaitan dengan perubahan warna kulit, yaitu dari hijau, kuning, sampai timbulnya bercak-bercak cokelat.
Tingkat kematangan dibagi dalam beberapa tingkat. Tingkat pertama, berwarna hijau. Selanjutnya, warna hijau tetapi sudah ada bintik kuning. Ketiga, warna kuning sudah banyak, tetapi hijau masih dominan. Kemudian warna kuning lebih dominan, sudah merata, dengan sedikit hijau di ujungnya.
Pisang sudah mencapai kematangan optimum ketika seluruh kulitnya berwarna kuning. Proses sudah selesai dan memasuki pembusukan ketika bercak cokelat muncul. Terakhir, bila bintik cokelat sudah merata, berarti pisang mulai membusuk. @
Sumber : SENIOR/Kompas Cyber Media Jumat, 12 September 2003
|