Banner
Indonesian Nutrition Network

ENGLISH

Rujukan

 

Pedoman Gizi

 

Pergizi Pangan

 

Gizi dan Makanan

 

Info Pangan dan Gizi

 

Lembar Berita

 

Jurnal Gizi Indonesia

 

Kontak DPP PERSAGI


Indonesian Nutrition
Network (INN)
Jl. HR. Rasuna Said Blok X-5 Kav. No. 4-9 Lt. 8, Jakarta 12950 Indonesia
Email: info@gizi.net

Copyright © 2001 INN
All rights reserved.

 

JANGAN AJAK ANAK GEMUK MAKAN FAST FOOD


Rabu, 5 November, 2003 oleh: gklinis
JANGAN AJAK ANAK GEMUK MAKAN FAST FOOD
Gizi.net - Florida, Sinar Harapan
Hati-hati membawa anak-anak ke restoran cepat saji. Sebab, restoran semacam ini justru memicu berat badan berlebih alias obesitas, demikian berdasar riset terbaru ilmuwan dari Boston’s Children’s Hospital.
Studi yang dilakukan ahli gizi ini merupakan usaha terbaru untuk mengetahui kaitan antara maraknya restoran cepat saji alias fast food dengan meningkatnya obesitas. Kegemukan berlebih ini sekarang sudah menjadi masalah serius di Amerika Serikat (AS), di mana satu dari sepuluh anak menderitanya.
”Semua orang bisa mengonsumsi fast food, entah dari kelas sosial ekonomi mana pun. Namun tetap ada beberapa yang masih berbadan kurus. Di sinilah kami mencari jawabannya,” ujar Dr. David Ludwig, pakar obesitas anak yang melakukan riset tersebut.
Ia beserta timnya mencoba mencari jawaban dengan melakukan eksperimen pada sebuah pusat jajan. Ada 26 orang anak penderita obesitas dan 28 anak berukuran tubuh normal yang dilibatkan. Mereka diperintahkan untuk makan sepuas yang mereka mau. Hasilnya, makin banyak makanan yang tersedia maka makin banyak anak-anak itu makan. Dalam 20 menit mereka mengonsumsi kalori lebih dari yang mereka butuhkan dalam sehari.
Pada akhir eksperimen, diketahui anak bertubuh gemuk makan lebih banyak dibanding yang kurus. Anak gemuk memakan 67 persen lebih banyak kalori dari yang diperlukannya, sedangkan anak kurus hanya 57 persen. Dan di kedai fast food itu anak gemuk bisa memakan makanan mengandung 400 kalori dari makanan yang biasa disantap di rumah.
Dari riset ini didapat kesimpulan bahwa anak gemuk lebih mudah tergoda kelezatan fast food dibanding anak bertubuh kurus. Makin besar godaan itu, makin banyak pula makanan yang disantap.
Maka dari sini kita bisa putuskan bahwa sebaiknya jangan terlalu sering membawa anak bertubuh gemuk ke pusat restoran cepat saji. Ini langkah terbaik daripada kelak setelah dewasa mereka berisiko tinggi menderita gangguan jantung, diabetes, dan aneka penyakit berbahaya lain.(ap/mer)

Copyright © Sinar Harapan 2003